Dalam tulisan ini kita tidak akan membatasi teknik bermain guitar untuk music apa, tapi kita akan membahas secara umum. Setelah kita paham, dan piawan teknik-teknik yang akan dijelaskan di bawah ini, kita akan berlanjut pada teknik bermain guitar untuk music yang lebih spesifik.
Teknik Picking
Teknik picking adalah teknik memetik senar menggunakan alat yang disebut pick. Pick adalah alat yang dipegang biasanya diapit jari telunjuk dan jempol. Alat ini terbuat dari plastic, nilon, karet, atau bahakan ada yang terbuat dari batu.
Tangan kanan Anda (jika Anda tidak kidal) akan terasa kaku ketika pertama kali menggunakan pick saat memetik. Tetapi lambat laun akan terbiasa karena Anda sering berlatih menggunakan alat tersebut. Pick sudah lajim digunakan lead guitar, yang harus bermain melodi.
Beberapa teknik picking:
Up-stroke picking adalah teknik memetik senar ke arah atas. Dalam tablature biasa disimbolkan dengan gambar V
Down-stroke Picking adalah teknik memetik senar ke bawah. Dalam tablature dinotasikan berbentuk ^
Arternate Picking/Tremolo Picking adalah teknik gabungan upstroke picking dan downstroke picking.
Economic Picking adalah variasi picking. Biasanya digunakan untuk permainan permainan solo cepat. Teknik economic adalah membunyikan 2 nada pada 2 senar dalam satu petikan.
Circle Picking adalah teknik picking yang tidak jauh berbeda dengan teknik economic.
Sweep Picking adalah teknik beberapa senar sekaligus, ke atas ke bawah berdasarkan nada-nada arpeggio.
Harmonic Picking teknik picking untuk mencari nada harmonic.
Strumming
Teknik strumming adalah teknik memetik dua atau enam senar secara bersama-sama. Strumming atau teknik memetik ini bisa hany dengan jari atau sebuah alat yang disebut pick atau plectrum atau plectron.
Seperti teknik picking, strumming terdiri dari dua cara yaitu downstroke (memetik gitar dari atas ke bawah) dan upstroke (memetik gitar dari bawah ke atas).
Simbol strumming dalam tabulatur gitar adalah sebagai berikut:
Sumber: http://gitarkoo.blogdetik.com/2012/09/01/belajar-strumming-untuk-pemula/
Teknik strumming dalam setiap genre music berbeda. Strumming music dangdut akan sangat berbeda dengan lagu pop, atau dengan lagu rock. Masing-masing memiliki ciri khas. Anda bisa membedakannya dengan car mendengar lagu yang dibawakan. Anda juga bisa mengikuti cara bermainnya dengan mendengarkan dan mengikutinya. Teknik strumming harus terus dilatih agar Anda menjadi gitaris yang piawai.
Hammer On
Tehnik Hammer on adalah tehnik membunyikan dua nada dalam jarak waktu yang pendek. Caranya dengan menekan nada awal, dan kemudian menekan nada yang akan dimainkan. Biasanya nada harus lebih tinggi daripada nada pertama.
Dalam teknik Hammer On kita kenal juga teknik pull off. Teknik pull off adalah teknik menekan nada awal, kemudian membunyikan nada kedua, sambil bersamaan melepaskan jari di nada pertama.
Tapping
Adalah teknik guitar yang dipopulerkan oleh gitaris Van Hallen, Edie Van Hallen. Teknik sangat popular berbarangan dengan kepopuleran band asal Belanda tersebut. Teknik ini menjadi teknik yang wajib dipelajari oleh gitaris rock hingga kini.
Teknik Tapping pada dasarnya sama dengan hammer on. Perbedaannya adalah dalam teknik tapping kedua jari kanan dan kiri harus sama-sama melakukan teknik hammer on.
Sumber gambar: Wikipedia
Bending
Teknik ini biasa diunakan para musisi blues, dan terus berkembang akhirnya digunakan juga oleh gitaris rock. Teknik bending adalah menaikkan nada dengan mengangkat atau menarik senar yang kita petik. Teknik ini nyaris sama dengan teknik slide untuk mendapatkan efek suara yang tinggi. Namun bukan diangkat tapi menggeser jari.
Tremolo
Ini teknik yang paling sering digunakan gitaris rock. Permainan tremolo sering kali menimbulkan efek suara yang aneh, seperti ringkikan kuda. Untuk melakukan teknik ini gitar yang kita gunakan harus memiliki alat bantu handle. Handle yang dipasang di Bridge & Stop Tailpiece guitar jika diangkat menaikkan satu oktaf nada., sebaliknya bisa juga menjadikan nada turun.
Perhatikan gambar handel atau tremolo di bawah ini
Sumber gambar: http://www.vigierguitars.com/html/images/VE6Tre.jpg
Demikian teknik-teknik bermain gitar. Selamat mencoba, dan bermanfaat. (*)
Kunci Kunci Gitar Bass
1 Reply
Cara Menghafal Kunci Kunci Gitar Bass
Pada dasarnya kunci gitar biasa dengan kunci kunci gitar bass tidak berbeda. Di setiap fret dalam sebuah bass mengandung satu not. Coba saja bunyikan mulai dari fret 0 hingga fret yang terakhir. Bunyinya memang tidak beraturan, namun itulah sebetulnya kunci-kunci bass yang harus Anda hafal, terutama sekali fret 1 hingga 7 pada dua senar paling atas.Perlu dijelasakan dalam sebuah tangga nada itu memiliki jarak antarnot atau pola interval. Misalnya untuk nada dasar (skala atau scale) C Mayor pola intervalnya sebagai berikut 1 , 1 , ½, 1 , 1 , 1, ½. Berarti skala C Mayor memiliki not-not sebagai berikut, C(do), D(re), E(mi), F(fa), G(sol), A(la), B(ti), C(do). Begitu seterusnya, nada dasar D misalnya akan memiliki not-not yang sedikit berbeda dengan not-not yang berada di nada dasar C. Ini adalah not-not nada dasar D: D E F# G A B C# D.
Jadi sebetulnya yang paling gampang untuk menghafal not-not dalam sebuah nada dasar adalah hafal dulu pola interval. Pola interval dalam skala dengan skala yang lain juga memiliki perbedaan. Pola interval skala Major misalnya memiliki perbedaan dengan skala Minor.
Pola interval skala Minor adalah sebagai berikut 1, 1/2, 1, 1, 1/2, 1, 1. Sebagai contoh lihat skala A Minor berikut ini: A, B, C, D, E, F, G, A’. Lihat juga perbedaan skala Minor dengan skala Major dalam pola intervalnya ada perbedaan jarak di not kedua ke not ketiga, dan dari not kelima ke not keenam.
Mari kita coba untuk membuat skala Minor dengan nada dasar C. Seperti telah dijelaskan di atas skala C Mayor adalah C, D, E, F, G, A, B, C, jika diubah menjadi skala C minor berarti not kedua ke not ketiga jaraknya setengah, dan jarak not kelima ke not keenam juga setengah, sedangkan jarak not-not lainnya adalah satu maka skala C minor adalah C D Eb F G Ab B C.
Sebetulnya masih ada skala-skala yang lain dalam tangga nada. Untuk mempermudah sebaiknya kita bisa dulu hanya pada skala Major, dan skala Minor. Lalu bagaimana menerapkannya dalam permainan gitar? Sudah dijelaskan di atas jika kita membunyikan senar, dan sebuah fret dipijat jari maka akan terdengar sebuah not. Tentu kalau pijatnya sembarangan not-notnya akan terdengar tidak beraturan. Tapi coba terapkan skala yang telah dijelaskan di atas.
Fret ke fret lain dalam sebuah gitar itu jaraknya dihitung setengah dalam tangga nada. Jadi Anda tinggal mengikuti pola interval skala Major, atau skala Minor. Contohnya begini, anggap saja kita memainkan pola interval C Mayor, yang nada satu ke nada kedua berjarak setengah, berarti kalau dalam gitar Anda harus melalui dua fret. Tentu saja Anda harus sudah hafal di mana not C itu berada dalam sebuah fret gitar.
Coba saja ikuti langkah yang ditandai bulatan hitam. Gambar di bawah ini diibaratkan sebuh bass bersenar empat. Senar yang ada bulat-bulatnya adalah senar dua teratas dari bass kita. Lihat jarak nada dasar C ada di mana. Not C ada di senar kedua fret ketiga. Pola interval skala Mayor adalah sebagai berikut 1 , 1 , ½, 1 , 1 , 1, ½. Sekarang tinggal jari Anda mengikuti pola interval tersebut.
Mudah-mudahan penjelasan di atas tidak membuah Anda tambah bingung. Tapi untuk menjadi seorang pemain bass, atau pemain instrument music apapun Anda harus tahu tangga nada, atau scale kalau dalam Bahasa Inggris. Kalau sudah tahu itu, jari Anda tidak akan terlalu sulit diarahkan ke mana ketika memainkan sebuah lagu.Gambar diambil dari http://stage-of-rock.blogspot.com
Anda harus terus belajar dan mempraktekkannya untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Keuntungan lainnya kalau rajin berpraktek fingering (permainan jari) Anda akan semakin terlatih, dan tidak kaku lagi. Memang kunci belajar gitar atau bass adalah rajin berlatih. Setelah baca teori langsung praktek.
Demikian penjelasan mengenai cara menghafal kunci kunci gitar bass. Namun sebetulnya penjelasan di atas bisa diterapkan juga pada alat music lainnya.
Selamat mencoba, semoga berhasil, dan beruntung. (*)
Dasar Dasar Main Gitar
Teknik-teknik Dasar Bermain Gitar
Sebelum memainkan gitar kita harus mengetahui elemen yang ada pada gitar. Gitar memiliki tiga bagian utama, yakni kepala, leher, dan badan. Di kepala gitar ada tempat untuk mengikatkan enam dawai.Kemudian di leher terdapat fret-fret, yang biasanya berjumlah 19 yang ditandai pembatas terbuat dari logam. Fret fungsinya untuk membedakan tingga rendahnya nada. Pada bagian leher gitar juga terdapat pengikat untuk merentangkan 6 dawai mulai dari kepada hingga ke ujung leher gitar.
Adapun bagian badan berfungsi sebagai tabung resonator. Tabung ini untuk memperbesar bunyi yang dihasilkan oleh getaran dawai. Bagian muka badan gitar kayunya lebih tipis ketimbang kayu bagian belakang, dan kayu bagian samping. Kayu bagian muka pada badan gitar disebut juga papan suara yang memiliki lubang di tengahnya. Dari lubang inilah suara gitar dikeluarkan.
Pada gitar juga ada bagian lain. Batang penyanggah dawai yang merupakan pembatas antara kepala dan leher disebut nut. Bagian gading pembatas disebut bridge, sedangkan pangkal pengikat dawai di atas papan suara disebut base.
Setelah mengenal komponen yang ada pada gitar, sebaiknya mengenal nada-nada yang ada pada gitar. Pada dasarnya nada pada gitar dihasilkan dari petikan senar. Ada enam senar yang terpasang di gitar.
Senar yang pertama jika dibunyikan maka akan keluar bunyi nada e’, senar yang kedua jika dibunyikan maka akan keluar bunyi nada b, senar yang ketiga jika dibunyikan maka akan keluar bunyi nada g, senar yang keempat jika dibunyikan maka akan keluar bunyi nada d, senar yang kelima jika dibunyikan maka akan keluar bunyi nada a, dan senar yang keenam jika dibunyikan maka akan keluar bunyi nada e.
Di Wikipedia titinada gitar dalam sebuah table adalah sebagai berikut:
Senar
|
Notasi ilmiah
|
Notasi Helmholtz
|
Frekuensi
|
| pertama | E4 | e’ | 329,63 Hz |
| kedua | B3 | B | 246,94 Hz |
| ketiga | G3 | G | 196,00 Hz |
| keempat | D3 | D | 146,83 Hz |
| kelima | A2 | A | 110 Hz |
| keenam | E2 | E | 82,41 Hz |
Adapun tabel berikut adalah titinada yang dilintasi keenam senar pada setem standart, dari fret nol (nut) hingga fret dua belas.
0
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
E
| F | F♯ | G | A♭ | A | B♭ | B | C | C♯ | D | E♭ | E |
B
| C | C♯ | D | E♭ | E | F | F♯ | G | A♭ | A | B♭ | B |
G
| A♭ | A | B♭ | B | C | C♯ | D | E♭ | E | F | F♯ | G |
D
| E♭ | E | F | F♯ | G | A♭ | A | B♭ | B | C | C♯ | D |
A
| B♭ | B | C | C♯ | D | E♭ | E | F | F♯ | G | A♭ | A |
E
| F | F♯ | G | A♭ | A | B♭ | B | C | C♯ | D | E♭ | E |
Setelah mengenal nada-nada yang ada pada senar gitar, kita baru bisa memainkan gitar tidak asal bunyi. Dalam bermain gitar ada cara agar nada-nada yang dihasilkan keluarnya beraturan. Pemain gitar biasanya menyebutnya dengan strumming technique, teknik yang mengandalkan teknik petikan jari kita.
Teknik strumming atau teknik memetik bisa dilakukan dengan jari atau sebuah alat yang disebut pick atau plectrum atau plectron. Teknik strumming terdiri dari dua cara yaitu downstroke (memetik gitar dari atas ke bawah) dan upstroke (memetik gitar dari bawah ke atas).
Simbol strumming dalam tabulatur gitar adalah sebagai berikut:
Sumber: http://gitarkoo.blogdetik.com/2012/09/01/belajar-strumming-untuk-pemula/
Untuk memperlancar teknik strumming lakukan teruse menerus sehingga jari-jari kita terbiasa memainkan senar gitar. Dan pergelangan kita semakin tidak kaku lagi saat memainkan teknik ini.
Teknik strumming tanpa didukung teknik lainnya bunyi yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan keinginan kita. Untuk melengkapinya kita perlu belajar chord technique yaitu membunyikan senar secara bersaman yang merupakan gabungan dari dua nada atau lebih.
Chord dibagi menjadi 2 jenis yaitu Mayor dan Minor. Nada-nada yang digunakan dalam chord mayor atau minor merupakan nada dari tangga nada diatonic. Nada-nada diambil adalah nada 1 (Do), nada 3 (Mi) dan nada ke 5 (Sol). Sedangkan untuk chord minor hanya beda pada nada ke- 3 (Mi) yang lebih rendah 1 tangga nada.
Secara keseluruhan tangga nada diatonic dalam nada dasar C adalah C (do), D (re), E (mi), F (fa), G (so) , A (la), B (ti), C’ (do). Tangga nada diatonic memiliki jarak antarnada sebagai berikut 1, 1, ½, 1, 1,1, ½. Jadi jika menggunakan nada dasar lain tinggal sesuaikan dengan jarak antara nada ke nada lainnya.
Contoh chord dasar C Mayor, C-E-G, sedangkan contoh chord dasar C Minor C-D#-G. Begitu juga dengan nada-nada dasar lainnya, tinggal kita berpatokan pada tiga nada 1 (Do), nada 3 (Mi) dan nada ke 5 (Sol), dan tangga nada diatonic. Misalnya nada dasarnya A, maka A Mayor adalah A-C#-E, sedangkan A Minor adalah A-C-E.
Teori ini memang akan sulit kalau hanya dibaca saja. Sebaiknya Anda mempraktekan setiap setelah membaca teori agar semakin cepat memahaminya.
Selamat mencoba. (*)